Jumat, 31 Agustus 2018

IBLIS ITU SANGAT ALIM

Jika engkau bertanya tentang Al Quran kepada Iblis, maka Iblis akan bisa menerangkan dengan sangat jelas, karena Iblis tau kapan ayat itu turun dari langit

Jika engkau bertanya tentang ilmu hadits kepada Iblis, maka Iblis akan sangat pandai menjelaskannya, karena Iblis tau asbabul wurud dari hadits tersebut

Jika engkau bertanya kisah para Nabi, Iblis akan dengan tepat menceritakannya karena Iblis sudah ada semenjak nabi Adam as  berada di dalam surga

Iblis ahli Al Quran, ahli hadits, ahli riwayat, bahkan Iblis alim/pandai dalam segala ilmu, tetapi Iblis tidak pernah menjadi kekasih Allah, karena di dalam diri Iblis merasa...

"AKU LEBIH BAIK DARI SIAPAPUN" atau "TAKABUR"

Semoga ilmu yang di titipkan Allah pada kita menjadikan diri yang rendah hati, karena pintu pintu Iblis dalam menyesatkan manusia itu ketidak ikhlasan diri dalam menerima takdir Allah

"Ia (Iblis) berkata, "Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas/mukhlis di antara mereka."
(QS. Al-Hijr: Ayat 41-40)

"(Iblis) menjawab, "Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas/mukhlis di antara mereka."
(QS. Sad: Ayat 82-83)

Mengapa manusia yang ikhlas tertutup dari hasutan Iblis...?
Keikhlasan adalah tahap di mana diri menyadari dan memahami bahwa apapun yang terjadi semua atas kehendak Allah, hidup dan matinya manusia, tersesatnya seseorang, bid'ahnya seseorang, miskinnya seseorang, kayanya seseorang, terpecahnya umat menjadi 73 golongan, bahkan daun yang jatuh di tengah kegelapan malam, semua atas kehendak Allah

Pertanyaannya adalah apakah Allah berlaku zolim jika tersesatnya seseorang itu atas kehendak Allah..? Mengapa manusia seluruhnya tidak di beri petunjuk...?

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia."
(QS. Ar-Ra'd: Ayat 11)

Allah tidak akan merubah keadaan seseorang sebelum orang itu merubah dirinya, artinya walaupun petunjuk sudah di depan mata tetapi jika kita masih makan dari sesuatu yg haram, masih suka berdusta, masih suka riya, masih membiarkan iri dengki dan kebencian menyelimuti dirinya, jangan jangan akan menjadi pengganjal hidayah yang seharusnya di dapatkan, menjadi penghalang tidak terlihatnya jalan yang lurus

"Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang rugi."
(QS. Al-A'raf: Ayat 178)

Mendapat petunjuk dan di sesatkannya manusia adalah keadaan setiap manusia, yang manusia tidak dapat merubah keadaan tersebut kecuali dari sebab sebab perbuatan manusia itu sendiri, keikhlasan adalah kita menyadari di balik tersesatnya manusia adalah kehendak Allah, di balik kebid'ahan manusia adalah kehendak Allah, karena jika Allah berkehendak manusia seluruhnya di beri petunjuk

Inilah ujian dunia sedangkan manusia sedang teruji di atas hamparan jalan jalan takdir Allah, tugas manusia hanya menyampaikan dan memberi peringatan serta memberi kabar gembira

Iblis memiliki pintu dalam menyesatkan manusia, ketika manusia telah melihat dunia menjadi suatu keindahan, yaitu ketika manusia lebih berharap dunia dari pada akherat

"Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik."
(QS. Ali 'Imran: Ayat 14)

Di sisi Allahlah tempat kembali yang baik, yaitu orang yang mengikhlaskan dan mencukupkan dirinya dengan takdir Allah, mengikhlaskan diri untuk meninggalkan dan menanggalkan keindahan dunia, menjadikan akherat sebagai tujuannya

Apa yg tidak dapat di gapai oleh Rasulullah saw dan para sahabatnya...? Bukankah mereka adalah pemimpin dunia pada masanya...?

Andai mereka mau dapat kiranya membangun kemegahan dunia dan mengumpulkan harta benda

Andai mereka mau dapat kiranya membangun Arab Saudi sebagaimana sekarang ini
tapi Rasulullah saw lebih memilih akherat dengan mengikhlaskan dirinya memilih akherat
Karena Rasulullah saw dan para sahabatnya mengetahui bahwa yang membedakan ajaran Allah itu mencintai akherat, sedangkan Iblis menjadikan manusia memandang indah dunia dan takut mati.

Ikhlaskan diri dalam beramal, karena ada yg lebih baik dari amal kita, ada yg lebih baik dari ucapan kita, ada yg lebih baik dari ibadah kita, beribadahlah dengan benar sekalipun banyak orang yang mengatakan diri sesat, jangan karena ingin terlihat benar lalu menyesatkan dan membid'ahkan umat lainnya, yang akhirnya  kita terjerumus pada TAKABUR dan memandang rendah umat lainnya

Jangan biarkan diri menjadi pengikut Iblis yg Takabur dan memandang indah dunia

"Barakallahu"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar